.quickedit{ display:none; }

5.02.2012

Pikirkan dan Syukurilah!





Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Assalaamu'alaikum
Warohmatullahi Wabarokaatuh..

Ikhwan wal Akhwat Fillah, sesuai
dengan tema diatas, mari kita
renungkan nikmat yang telah
Kita miliki dan sudahkah kita
mensyukurinya?

Ingatlah setiap nikmat yang Allah
anugerahkan kepada Kita. Karena
Dia telah melipatkan nikmat-Nya
dari ujung rambut hingga ke
bawah kedua telapak kaki.
{Jika kamu menghitung nikmat
Allah, niscaya kamu tidak akan
sanggup menghitungnya.}
(QS. Ibrahim: 34)

Kesehatan badan, keamanan
negara, sandang pangan, udara
dan air, semuanya tersedia dalam
hidup kita. Namun begitulah, Kita
memiliki dunia, tetapi tidak
pernah menyadarinya. Kita
menguasai kehidupan, tetapi tak
pernah mengetahuinya.
{Dan, Dia menyempurnakan
nikmat-Nya kepadamu lahir dan
batin.}
(QS. Luqman: 20)

Kita memiliki dua mata, satu
lidah, dua bibir, dua tangan dan
dua kaki. Lalu mengapa Masih
merasa kurang? Jangan dustai
Nikmat yang begitu sempurna
ini!
{Maka nikmat Rabb kamu yang
manakah yang kamu dustakan?}
(QS. Ar-Rahman: 13)

Jangan mengira bahwa, berjalan
dengan kedua kaki itu sesuatu
yang sepele, sedang kaki acapkali
menjadi bengkak bila digunakan
jalan terus menerus tiada henti?

Jangan mengira bahwa berdiri
tegak di atas kedua betis itu
sesuatu yang mudah, sedang
keduanya bisa saja tidak kuat dan
suatu ketika patah?

Maka sadarilah, betapa hinanya
diri kita manakala tertidur lelap,
ketika sanak saudara di sekitar
Kita masih banyak yang tidak
bisa tidur karena sakit yang
mengganggunya? Pernahkah Kita
merasa nista manakala dapat
menyantap makanan lezat dan
minuman dingin saat masih
banyak orang di sekitar Kita yang
tidak bisa makan dan minum
karena sakit?

Coba pikirkan, betapa besarnya
fungsi pendengaran, yang
dengannya Allah menjauhkan
Kita dari ketulian. Coba
renungkan dan raba kembali
mata Kita yang tidak buta.
Ingatlah dengan kulit Kita yang
terbebas dari penyakit lepra dan
sopak. Dan renungkan betapa
dahsyatnya fungsi otak Kita yang
selalu sehat dan terhindar dari
kegilaan yang menghinakan.

Adakah Kita ingin menukar mata
Kita dengan emas sebesar
gunung Uhud, atau menjual
pendengaran Kita seharga perak
satu bukit? Apakah Kita mau
membeli istana-istana yang
menjulang tinggi dengan lidah
Kita, hingga Kita bisu? Maukah
Kita menukar kedua tangan Kita
dengan untaian mutiara,
sementara tangan Kita buntung?
Tentu Tidak!

Begitulah, sebenarnya Kita
berada dalam kenikmatan tiada
tara dan kesempurnaan tubuh,
tetapi Kita tidak menyadarinya.
Kita tetap merasa resah, suntuk,
sedih, dan gelisah, meskipun
Kita masih mempunyai nasi
hangat untuk disantap, air segar
untuk diteguk, waktu yang
tenang untuk
tidur pulas, dan kesehatan untuk
terus berbuat kebaikan.

Kita acapkali memikirkan sesuatu
yang tidak ada, sehingga Kita
pun lupa mensyukuri yang sudah
ada. Jiwa mudah terguncang
hanya karena kerugian materi
yang mendera. Padahal,
sesungguhnya Kita masih
memegang kunci kebahagiaan,
memiliki jembatan pengantar
kebahagiaan, karunia,
kenikmatan,
dan lain sebagainya. Maka
pikirkan semua itu, dan
kemudian syukurilah!
{Dan, pada dirimu sendiri. Maka,
apakah kamu tidak
memperhatikan.}
(QS. Adz-Dzariyat: 21)

Pikirkan dan renungkan apa yang
ada pada diri, keluarga, rumah,
pekerjaan, kesehatan, dan apa
saja yang tersedia di sekeliling
Kita. Dan janganlah termasuk
golongan orang-orang yang
ingkar
{Mereka mengetahui nikmat
Allah, kemudian mereka
mengingkarinya.}
(QS. An-Nahl: 83)

Ikhwan wal Akhwat Fillah,
Semoga Coretan Ulang Ini
Bemanfaat Bagi kita Semua…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar